Minggu, 21 Maret 2021

CORRUPTION PERCEPTION INDEKS

Corruption Perception Indeks atau Indeks Persepsi Korupsi (CPI) adalah indeks yang diterbitkan setiap tahun oleh Transparency International yang berbasis di Berlin sejak 1995 yang memberi peringkat negara-negara "berdasarkan tingkat korupsi sektor publik yang mereka rasakan, sebagaimana ditentukan oleh penilaian ahli dan survei opini." The Corruption Perceptions Index (CPI) CPI umumnya mendefinisikan korupsi sebagai "penyalahgunaan kekuasaan publik untuk keuntungan pribadi".

Transparansi Internasional adalah gerakan global yang bekerja di lebih dari 100 negara untuk mengakhiri ketidakadilan korupsi.

Kami fokus pada masalah dengan dampak terbesar pada kehidupan orang-orang dan meminta pertanggungjawaban yang kuat untuk kebaikan bersama. Melalui advokasi, kampanye dan penelitian kami, kami bekerja untuk mengekspos sistem dan jaringan yang memungkinkan korupsi berkembang, menuntut transparansi dan integritas yang lebih besar di semua bidang kehidupan publik.

CPI 2020, yang diterbitkan pada Januari 2021, saat ini memeringkat 180 negara "dalam skala dari 100 (sangat bersih) hingga 0 (sangat korup)" berdasarkan situasi antara Mei 2019 dan Mei 2020. Dalam daftar tersebut New Zealand, Denmark, Finlandia, Selandia Baru, Swedia, Singapura dan Swiss dianggap sebagai 6 teratas negara paling tidak korup di dunia, peringkat tinggi secara konsisten di antara transparansi keuangan internasional, sementara negara yang paling korup di dunia adalah Somalia dan Sudan Selatan yang menempati posisi 2 terakhir dengan skor 12.

Sedangkan negara kita Indonesia berada pada peringkat ke 102 dengan skor 37. Ini merupakan sebuah penurunan karena pada tahun 2019 Indonesia masih mendapatkan skor 40. Sementara itu Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII), J. Danang Widoyoko, menjelaskan bahwa turunnya skor CPI Indonesia tahun 2020 ini didasarkan oleh sejumlah indikator penyusun CPI 2020, dimana lima indikator diantaranya merosot dibanding temuan tahun lalu (kpk.go.id).


GLOBAL CORRUPTION BAROMETER

Global Corruption Barometer adalah lembaga yang melakukan survei kepada masyarakat di seluruh dunia mengenai korupsi yang terjadi di negaranya.  Sejak diluncurkan pada tahun 2003, Barometer Korupsi Global telah mensurvei pengalaman masyarakat sehari-hari dalam menghadapi korupsi di seluruh dunia.

Melalui Barometer Korupsi Global kami, puluhan ribu orang di seluruh dunia ditanyai tentang pandangan dan pengalaman mereka, menjadikannya satu-satunya survei opini publik di seluruh dunia tentang korupsi. Contoh pertanyaan survei yang dilakukan yaitu mengenai : Apakah Anda sudah membayar suap? Apakah korupsi meningkat di negara Anda? Apakah pemerintah Anda secara efektif menangani korupsi?. Pendapat itulah yang ingin di dengar untuk dijadikan sebuah informasi.

Hasil dari Transparency Internasional (TI) menyatakan bahwa dari suap hingga penggunaan koneksi pribadi, dari pembelian suara hingga pemerkosaan, korupsi mengambil banyak bentuk di Asia. Terlepas dari perbedaan sosial-ekonomi dan politik yang besar, korupsi tetap menjadi salah satu tantangan utama di seluruh Asia, diperparah oleh pandemi COVID-19 dan konsekuensi kesehatan dan ekonominya yang signifikan.

Dalam Barometer Korupsi Global (GCB) terbaru kami - Asia, warga negara sangat sadar akan korupsi di seluruh kawasan: 74% dari 20.000 peserta survei percaya bahwa korupsi pemerintah adalah masalah besar di negara mereka, dan 1 dari 5 orang yang menggunakan layanan publik dalam 12 bulan sebelumnya membayar suap.


Dari grafik di atas terlihat bahwa korupsi pemerintah yang dialami oleh negara Indonesia sebesar 92%. Hal ini membuktikan bahwa masalah terbesar korupsi di Indonesia adalah korupsi pemerintah.


BRIBE PAYERS INDEKS

Bribe Payers Indeks adalah lembaga yang melakukan survei kepada para eksekutif perusahaan. Indeks Pembayar Suap adalah klasifikasi dari 30 negara pengekspor, berdasarkan tempat pemberian suap oleh perusahaan, kepada pihak-pihak di luar negara asal mereka. Survei tersebut meneliti pemberian suap oleh perusahaan yang berbasis di salah satu dari 30 negara pengekspor utama (di tingkat regional atau global).

Indeks tersebut didasarkan pada Executive Opinion Survey (EOS) yang dilakukan oleh World Business Forum. Forum Bisnis Dunia bertanggung jawab atas koordinasi penelitian dan pengendalian kualitas data, tetapi Forum mengandalkan jaringan lembaga yang melakukan penelitian di tingkat lokal. Mitra Forum termasuk departemen bisnis universitas nasional, pusat penelitian independen dan / atau organisasi bisnis.

Indeks tersebut didasarkan pada dua pertanyaan, yang ditujukan kepada para eksekutif di perusahaan yang berbeda. Pertanyaan tersebut merujuk pada praktik yang berbeda dari perusahaan asing di negara mereka. Untuk mengevaluasi tawaran suap, para eksekutif ditanyai pertanyaan-pertanyaan berikut :

1.      Dari daftar negara di bawah ini, pilih kewarganegaraan dari perusahaan asing yang memiliki tingkat bisnis yang signifikan di negara Anda.

2.      Menurut pengalaman Anda, sejauh mana perusahaan dari negara tertentu melakukan pembayaran tidak resmi atau memberikan suap?

Berdasarkan jawaban yang dikumpulkan, negara diklasifikasikan dalam skala 1 sampai 10 (1 = suap adalah kejadian biasa, 10 = tidak ada suap). Rata-rata tiap negara dihitung berdasarkan jumlah evaluasi yang ditawarkan oleh responden, tanpa menyertakan evaluasi untuk negara sendiri. Negara diklasifikasikan berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh masing-masing negara.

Berdasarkan hasil survei dan dipublikasikan oleh Transparency International, Belanda, Swiss dan Belgia menempati peringkat 3 besar dengan skor masing-masing sebesar 8.8, 8.8 dan 8.7. sedangkan Indonesia berada pada peringkat ke 25 dengan skor 7.1.


POLITICAL AND ECONOMIC RISK CONSULTANCY (PERC)

The Political & Economic Risk Consultancy (PERC) Limited adalah perusahaan konsultan yang mengkhususkan diri dalam menyediakan informasi dan analisis bisnis strategis untuk perusahaan yang melakukan bisnis di Asia Timur dan Tenggara. PERC membuat serangkaian laporan risiko di negara-negara Asia, memberikan perhatian khusus pada variabel sosial-politik penting seperti korupsi, risiko hak kekayaan intelektual, kualitas tenaga kerja, dan kekuatan dan kelemahan sistemik lainnya dari masing-masing negara Asia.

The Asian Intelligence Report oleh PERC adalah laporan independen dua mingguan tentang bisnis dan politik Asia. Dalam laporan Annual Review of Corruption in Asia, memberikan gambaran umum tentang tren korupsi di Asia dan analisis rinci tentang situasi korupsi di setiap negara.

Negara-negara yang tercakup dalam Laporan Korupsi di Asia tahun 2018 dari PERC ditunjukkan di    bawah ini. Laporan terbaru didasarkan pada survei terhadap 1.802 eksekutif manajemen menengah dan senior nasional dan ekspatriat yang bekerja di Asia, AS dan Australia. Setiap negara memiliki data yang dikumpulkan dari setidaknya 100 responden yang bekerja di negara-negara tersebut, kecuali Kamboja (dari mana kami memiliki 97 responden). PERC mengumpulkan data antara Januari 2018 dan minggu ketiga Maret 2018. 

Dari grafik di atas dapat kita lihat bahwa Singapura memiliki angka yang paling rendah yaitu sebesar 1.90 sedangkan Indonesia masih diurutan 3 terbawah dengan angka 7.57. Hal ini menandakan bahwa tingkat korupsi yang terjadi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan yang terjadi di Singapura. Selain itu, kamboja menjadi negara dengan angka tertinggi tingkat korupsi berdasarkan laporan dari PERC.


GLOBAL COMPETITIVENESS INDEKS

Laporan Daya Saing Global atau Global Competitiveness Report adalah laporan tahunan dari Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum). Laporan tahun 2006-2007 memasukan 125 negara. Laporan ini "menyoal kemampuan negara-negara untuk menyediakan kemakmuran tingkat tinggi bagi warga negaranya". Hal ini tergantung dari seberapa produktif sebuah negara menggunakan sumber daya yang tersedia. Indeks ini digunakan oleh banyak kalangan akademisi.

Peringkat daya saing global Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2019 turun lima peringkat berdasarkan laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum). Seperti dikutip dalam laporan tersebut, Rabu (9/10/2019) Indonesia menduduki peringkat ke 50 dunia, dari yang sebelumnya posisi ke 45. Posisi tersebut sangat jauh tertinggal dengan negara kawasan lain seperti Singapura yang menduduki posisi pertama dunia, Malaysia di posisi ke 27 dan Thailand di posisi ke 40. Namun, meski turun dari segi peringkat, secara keseluruhan aspek yang dinilai, skor Indonesia hanya turun 0,3 poin dengan total nilai skor keseluruhan 64,6 poin (Kompas.com).

Referensi :

https://www.transparency.org/en/cpi/2020/index/sdn

https://www.kpk.go.id/id/berita/berita-kpk/2040-corruption-perception-index-cpi-2020-skor-indonesia-menurun

https://en.wikipedia.org/wiki/Corruption_Perceptions_Index

https://www.transparency.org/en/gcb/asia/asia-2020

https://www.transparency.org.ro/en/tiropage/bribe-payers-index-2011

https://www.cpib.gov.sg/research-room/political-economic-risk-consultancy

https://money.kompas.com/read/2019/10/10/051323226/indeks-daya-saing-global-indonesia-turun-menjadi-50-dunia

Jumat, 12 Maret 2021

Contoh Kasus dalam Audit Forensik

KASUS PT TELKOM DENGAN PT ARIA WEST INTERNASIONAL

Perselisihan antara Telkom dengan Aria West terjadi setelah berakhirnya kesepakatan yang dituangkan dalam MOU untuk mengantisipasi terhambatnya pelaksanaan pembangunan jaringan sst akibat krisis ekonomi pada tahun 1997. Pihak Aria West dituduh Telkom tidak mau melaksanakan kewajibannya sesuai KSO dan tidak mau membayar hak Telkom sebesar Rp. 509 milyar, sedangkan Telkom dituduh Aria West selalu melakukan intervensi terhadap manajemen Aria West dan melanggar KSO. Telkom akhirnya secara sepihak memutus perjanjian KSO, sehingga Aria West menggugat Telkom di Arbitrase Internasional sebesar US$ 1,3 milyar .

Telkom cidera janji

Pernyataan pihak AWI ini agaknya ingin menegaskan kembali posisi PT Telkom yang dianggap telah cidera janji dalam kontrak KSO (kerjasama operasi). Sebelumnya,  pada 1 April 2001 AWI mengeluarkan rilis yang menyatakan pihaknya akan menyetop pembayaran pendapatan ke Telkom. Ini terkait dengan tidak dilaksanakannya kewajiban-kewajiban Telkom dalam kontrak KSO.

Tidak memiliki bukti

Sedangkan menurut Telkom, mereka telah memenuhi target 107.536 SST dan bahkan realisasinya telah melebihi target. Seperti diberitakan Kompas, Presiden Komunikasi Telkom, D. Amarudien, sejak November 1995 telah terbangun sebanyak 152.940 SST atau ALU (access line unit). Ditambah lagi, semua bukti-buktinya telah diserahterimakan kepada Direksi AWI pada 16 Juli 1997.

Ketika hal ini dikonfirmasikan ke AWI, mereka menyatakan berkas-berkas yang diserahkan Telkom pada 1997 itu hanyalah merupakan klaim, bukan bukti realisasi proyek. Terlebih lagi, AWI menganggap berkas-berkas tersebut tidak disertai dengan data pendukung yang cukup.

Dan tidak seperti yang diberitakan di beberapa media, Denni mengungkapkan bahwa pembayaran MTR yang dihentikan hanya sebesar 25% dari jumlah yang seharusnya. Sejak 1996 AWI membayar MTR kepada Telkom sebesar Rp340 miliar. AWI menghentikan pembayaran pendapatan atas saham tambahan kepada Telkom itu sebagai upaya untuk mengembalikan kelebihan pembayaran.

Negosiasi buy out tersendat

Sebagai pilihan lain untuk menyelesaikan sengketa dengan Telkom, AWI saat ini tengah serius menjajaki opsi buy out. Akan tetapi, lagi-lagi negosiasi buy out pun berjalan tersendat. Pasalnya, harga yang diajukan Telkom sangat jauh terpaut dengan yang diinginkan AWI.

Untuk transaksi buy out ini, AWI mengajukan nilai AS$ 1,3 miliar, sedangkan Telkom di lain pihak merasa cukup dengan angka AS$ 260 juta. Nilai transaksi kedua mitra bisnis ini memang terpaut sangat jauh. Argumen Telkom yang menyertai angka AS$ 260 juta mengacu pada penilaian kinerja AWI.

Di sisi lain, AWI menyatakan jumlah itu masih jauh dari hasil proyeksi ABN Amro atas transaksi itu, yaitu sebesar AS$ 675 juta. ABN Amro dalam hal ini, menurut AWI, merupakan konsultan independen yang tidak ada hubungan bisnis dengan AWI dan juga Telkom. "Jadi penilaiannya pasti objektif," tegas Denni .

Sebenarnya, saat kontrak KSO ditandatangani pada 1995, AWI dan Telkom sepakat untuk melakukan kerjasama sampai dengan 2010. Kemudian di tengah jalan, lahirlah UU No.36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, sehingga pemerintah menawarkan mitra KSO Telkom lima opsi, yaitu modifikasi perjanjian, joint venture dengan Telkom atau Indosat, lisensi, dan yang terakhir buy out.

Sengketa antara PT Telkom dan PT Aria West Internasional (AWI) melalui proses yang berat dan memakan waktu hampir dua tahun, akhirnya diselesaikan melalui akuisisi AWI oleh PT Telkom pada Tahun 2003. Dalam sangketa ini, Awi menggunakan Pricewaterhouse Coopers (PwC) sebagai akuntan forensiknya, dan penyelesaikan dilakukan di luar pengadilan. PT Telkom Memberikan tawaran saham kepada PT Aria West Internasional.

Telkom bersedia membeli Aria West senilai US$ 184,5 juta dengan persyaratan adanya keringanan pajak dan restrukturisasi hutang Aria West senilai US$ 270 juta yang harus dirampungkan sebelum 30 Agustus 2002. Pemegang saham Aria West dengan para kreditornya gagal menyepakati restrukturisasi hutang sampai batas waktu 30 Agustus 2002, kasus berlanjut di arbitrase internasional.

Pada tanggal 1 Agustus 2003  Telkom selesaikan pembelian Aria West senilai US$ 167,77 juta setelah Aria West mencabut gugatannya di ICC dengan ketentuan sebagai berikut:

1) US$ 58,67 juta dibayar secara tunai (US$ 20 juta telah dibayarkan pada saat penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat pada bulan Mei 2002

  2) US$ 109,1 juta akan dibayar dengan promes (tanpa bunga) dalam 10 kali angsuran untuk tiap semester

3) Telkom menilai aset Aria West sebesar US$ 160 juta – 180 juta

4) Aria West yang merupakan perusahaan gabungan Artimas Kencana Murni (52,5%), AT&T (35%) dan Asia Infrastructure Fund (12,5%) telah membangun 290 sst

 

Referensi :


KASUS AYAM GORENG SUHARTI

Yogyakarta menjadi saksi kelahiran aneka makanan legendaris termasuk Ayam Goreng Suharti. Perempuan ini mendapat peran untuk bisa lahir dan besar di daerah istimewa ini.

Bersama dengan sang suami, Suharti melihat peluang besar untuk mencoba berjualan ayam goreng.

Semula ia menjual dalam jumlah sedikit dan melalui pintu ke pintu. Tahun 1962 menjadi saksi perjuangannya dengan penggunaan nama Mbok Berek dalam merek dagangannya.

Setelah melihat banyak kemajuan dari usaha yang digelutinya, Suharti memberanikan diri untuk melepas nama Mbok Berek dan menggunakan namanya sendiri. Selang 10 tahun, Ayam Goreng Suharti pun berdiri pertama kali di Jalan Sucipto No. 208, Yogyakarta. Bangunan tersebut menjadi saksi dan pusat perdagangan bisnis kuliner milik Suharti.

Semakin sukses usaha yang dijalani Suharti, ada saja masalah yang menghampirinya. Ternyata ia dikhianati sang suami yang membawa lari semua usahanya yang sudah mereka rintis sejak awal. Semua cabang yang sudah dibuka pun diakuisisi oleh suaminya.

Hal tersebut dipicu oleh kehadiran orang ketiga yang berhasil menggoda sang suami, Sachlan. Suharti merelakan kejadian pahit tersebut dan memberanikan diri untuk membuka kembali gerai ayam gorengnya di Semarang.

Dengan keberaniannya, Suharti bangkit di tahun 1991, dan membuat logo baru yang tidak bisa ditiru oleh orang lain. Ia menggunakan fotonya sendiri dalam kuliner ayam goreng legendaris ini.


Referensi :

KASUS PT ASIAN AGRI GROUP

PT Asian Agri Group (AAG) adalah salah satu induk usaha terbesar kedua di Grup Raja Garuda Mas, perusahaan milik Sukanto Tanoto. Menurut majalah Forbes, pada tahun 2006 Tanoto adalah keluarga paling kaya di Indonesia, dengan kekayaan mencapai US$ 2,8 miliar (sekitar Rp 25,5 triliun). PT AAG merupakan salah satu penghasil minyak sawit mentah terbesar, yaitu memiliki 19 pabrik yang menghasilkan 1 juta ton minyak sawit mentah.

Bermula dari aksi Vincentius Amin Sutanto (Vincent) membobol brankas PT AAG di Bank Fortis Singapura senilai US$ 3,1 juta pada tanggal 13 November Vincent saat itu menjabat sebagai group financial controller di PT AAG – yang mengetahui seluk-beluk keuangannya. Perbuatan Vincent ini terendus oleh perusahaan dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Vincent kabur ke Singapura sambil membawa sejumlah dokumen penting perusahaan tersebut. Dalam pelariannya inilah terjadi jalinan komunikasi antara Vincent dan wartawan Tempo.Pelarian VAS berakhir setelah pada tanggal 11 Desember 2006 ia menyerahkan diri ke Polda Metro Jawa. Namun, sebelum itu, pada tanggal 1 Desember 2006 VAS sengaja datang ke KPK untuk membeberkan permasalahan keuangan PT AAG yang dilengkapi dengan sejumlah dokumen keuangan dan data digital.Salah satu dokumen tersebut adalah dokumen yang berjudul “AAA-Cross Border Tax Planning (Under Pricing of Export Sales)”, disusun pada sekitar Dokumen ini memuat semua persiapan transfer pricing PT AAG secara terperinci. Modusnya dilakukan dengan cara menjual produk minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) keluaran PT AAG ke perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga di bawah harga pasar – untuk kemudian dijual kembali ke pembeli riil dengan harga tinggi. Dengan begitu, beban pajak di dalam negeri bisa ditekan. Selain itu, rupanya perusahaan-perusahaan luar negeri yang menjadi rekanan PT AA sebagian adalah perusahaan fiktif.Pembeberan Vincent ini kemudian ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyerahkan permasalahan tersebut ke Direktorat Pajak – karena memang permasalahan PT AAG tersebut terkait erat dengan perpajakan.Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Jendral Pajak, Darmin Nasution, kemudian membentuk tim khusus yang terdiri atas pemeriksa, penyidik dan intelijen.

Terdapat Rp 2,62 triliun penyimpangan pencatatan transaksi. Yang berupa menggelembungkan biaya perusahaan hingga Rp 1,5 triliun.mendongkrak kerugian transaksi ekspor Rp 232 miliar.mengecilkan hasil penjualan Rp 889 miliar. Lewat modus ini, Asian Agri diduga telah menggelapkan pajak penghasilan untuk badan usaha senilai total Rp 2,6 triliun.Perhitungan SPT Asian Agri yang digelapkan berasal dari SPT periodeAsian Agri Group mengecilkan laba perusahaan dalam negeri agar terhindar dari beban pajak yang semestinya dengan cara mengalirkan labanya ke luar negeri

Dari rangkaian investigasi dan penyelidikan, pada bulan Desember 2007 telah ditetapkan 8 orang tersangka, yang masing-masing berinisial ST, WT, LA, TBK, AN, EL, LBH, dan SL. Kedelapan orang tersangka tersebut merupakan pengurus, direktur dan penanggung jawab perusahaan. Di samping itu, pihak Depertemen Hukum dan HAM juga telah mencekal 8 orang tersangka tersebut.


Referensi :

Sabtu, 23 Januari 2021

Daftar UMP 34 Provinsi di Indonesia

 Daftar Lengkap UMP 2021

Merujuk pada hal tersebut, berikut besaran UMP 2021 di 34 provinsi:

1. Nangroe Aceh Darussalam Rp 3.165.030

2. Sumatera Utara Rp 2.499.422

3. Sumatera Barat Rp 2.484.041

4. Sumatera Selatan Rp 3.043.111

5. Riau Rp 2.888.563

6. Kepulauan Riau Rp 3.005.383

7. Jambi Rp 2.630.161

8. Bangka Belitung Rp 3.230.022

9. Bengkulu Rp 2.213.604

10. Lampung Rp 2.431.324

11. DKI Jakarta Rp 4.276.349

12. Banten Rp 2.460.968

13. Jawa Barat Rp 1.810.350

14. Jawa Tengah Rp 1.742.015

15. Jawa Timur Rp 1.768.777

16. DIY Rp 1.704.607

17. Bali Rp 2.493.523

18. NTB Rp 2.183.883

19. NTT Rp 1.945.902

20. Kalimantan Selatan Rp 2.877.447

21. Kalimantan Timur Rp 2.981.378

22. Kalimantan Barat Rp 2.399.698

23. Kalimantan Tengah Rp 2.890.093

24. Kalimantan Utara Rp 3.000.803

25. Sulawesi Selatan Rp 3.103.800

26. Sulawesi Utara Rp 3.310.722

27. Sulawesi Tenggara Rp 2.552.014

28. Sulawesi Tengah Rp 2.303.710

29. Sulawesi Barat Rp 2.571.328

30. Gorontalo Rp 2.586.900

31. Maluku Rp 2.604.960

32. Maluku Utara Rp 2.721.530

33. Papua Rp 3.516.700

34. Papua Barat Rp 3.184.225


Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4393030/tak-naik-berikut-daftar-lengkap-ump-2021-di-34-provinsi

Rabu, 01 Juli 2020

TOEFL Structure Skill 3


1.     ____________ , Janet is attending the party.
a.     Now
b.    Happily
c.     Today
d.    My friend
2.     ___________ , Michael trains to make great basketball shorts regularly.
a.     an excellent basketball player
b.    Michael is an excellent basketball player
c.     His excellent basketball player
d.    An excellent basketball player is
3.     ____________ , Bali attracts many foreign tourists every year.
a.     Now
b.    Nowadays
c.     A truly beautiful island
d.    Every time
4.     Cut Meutia, _____________, was born in 1870.
a.     an Indonesian national hero from Aceh
b.    on that date
c.     she
d.    a long time ago
5.     ____________ , Anita has won the English debate competition.
a.     Amazing
b.    The smartest student in the class
c.     We have a good news
d.    Last year

Kamis, 07 Mei 2020

TOEFL STRUCTURE SKILL 2


TOEFL STRUCTURE SKILL 2
1.      At 2:00 in the morning the alarm clock on the table beside the bed rang. > Correct
2.      In the summer the trip to the mountain is our favorite trip. > Correct
3.      By the next meeting of the class need to turn in the papers. > Incorrect
4.      The name of the baby in the crib is Jack. > Correct
5.      The directions to the exercise on page 20 unclear. > Incorrect

Kamis, 16 April 2020

TOEFL Structure skill 1


1.      Mark Twain ___ the years after the Civil War the “Gilded Age”.
a.       Called
b.      Calling
c.       He called
d.      His called
2.      ___ grow close to the ground in the short Arctic summer.
a.       Above tundra plants
b.      For tundra plants
c.       Tundra plants are found
d.      Tundra plants
3.      ___ radio as the first practical system of wireless telegraphy.
a.       Developing Marconi
b.      Marconi’s development
c.       Marconi developed
d.      The development by Marconi
4.      The two biggest resort ___ Arkansas are Hot Spring and Eureka Springs.
a.       In
b.      Towns are
c.       Towns in
d.      Towns are in
5.      NASA’s Lyndon B. Johnson Space Center ___ control for the mercury, Gemini and Apollo space flights.
a.       It was at the
b.      Was the
c.       It was the
d.      The


Selasa, 10 Maret 2020

What is TOEFL ?


TOEFL (Test of English as a Foreign Language) is an English proficiency test (American accent) required to apply for admission to universities in the United States or other countries in the world. This test is very necessary for applicants or speakers whose native language is not English. The TOEFL exam is held by the ETS (Educational Testing Service) office in the United States for all test takers around the world.
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) is a proficiency test that is used to measure a person's English language skills without being directly related to the teaching and learning process. Thus the TOEFL differs from the achievement test, which is a test whose scope of testing is limited to the material students have learned in one English class.
This type of English TOEFL test is generally required for entry requirements at almost all universities in the United States and Canada both for undergraduate (S-1) and graduate (S-2 or S-3) programs. The TOEFL test results are also used as a material for consideration of English language abilities of prospective students applying to universities in other countries, including universities in Europe and Australia. In general, the TOEFL test is more oriented towards American English, and is slightly different from the type of IELTS test that is oriented towards British English. Unlike the IELTS test, this TOEFL test generally does not have an individual interview test. In addition, TOEFL has now begun to be used in the world of work as a mechanism for recruitment or promotion.

4 SECTIONS OR SKILLS FOUND IN THE TOEFL TEST
1.      Listening Comprehension
This section will test your listening skills by making short and long conversations. The conversation will only be heard once and participants are not permitted to take notes. This section is 30-40 minutes long, totaling 50 questions.
Part A contains short, simple conversations between 2 people. After that the participants will be asked to answer questions.
Part B contains a longer conversation, then participants will be asked to answer several questions based on the conversation being played.
Part C hears a longer reading, news or fact, and then participants will be asked to answer some questions about the reading.

2.      Structure and Written Expression
This section is 25 minutes long and has 40 questions. This section examines the standard grammatical ability of written English.
In the structure section, participants will be given questions in the form of incomplete sentences, then asked to choose the right words or phrases to complete the sentence.
In the written expression section, participants will be given questions in the form of sentences with several parts underlined. Participants must determine which part is incorrect in the sentence.

3.      Reading Comprehension
This section lasts 55 minutes and consists of 50 questions. This section will assess the reading comprehension of the participants. Participants will be asked to read the reading and then answer some questions based on the reading given. Readings can be taken from university textbooks, or articles, newspapers and other materials.

4.      Writting
This part lasts 30 minutes. Participants will be given 1 topic and asked to write essays based on that topic. Essay topics vary, for example:
• Do you agree with the statement that parents are the best teachers for children?
• Is working part time good for students?
• It has been announced that a new cinema will be built in your city. Do you approve this plan? Why?
Participants must explain their arguments clearly, using relevant examples.



Referensi :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/TOEFL
http://www.geniusedukasi.com/apa-itu-toefl/
https://www-hotcourses-co-id.cdn.ampproject.org/v/s/www.hotcourses.co.id/study-abroad-info/university-applications/struktur-tes-toefl-pbt/?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&amp=true&usqp=mq331AQCKAE%3D#aoh=15831927958527&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=From%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.hotcourses.co.id%2Fstudy-abroad-info%2Funiversity-applications%2Fstruktur-tes-toefl-pbt%2F